Nike Ardilla Meninggal, Penyanyi Ini Coba Gantikan...

JAKARTA - Peringatan ulangtahun mendiang Diva Pop Nike Ardilla pada Kamis (27/12/2012) kemarin mengingatkan pada sosok penyanyi bernama Diana Utami Baca Lagi ...

Menjanjikan.....Listrik dari Gelombang Laut

Gelombang laut dan bandul lonceng menjadi inspirasi Zamrisyaf. Periset pada Divisi Penelitian dan Pengembangan PT PLN (Persero) ini merancang pembangkit Baca Lagi ...

Benarkah 2012 Dunia Bakal Kiamat?

MEXICO - Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2011 dan memasuki tahun baru 2012. Namun sebuah kekhawatiran muncul. Benarkah tahun 2012 Baca Lagi ...

Rugi Rp 58,2 Triliun, Sony PHK 10 Ribu Karyawan

Jakarta - Raksasa elektronik Sony memutuskan untuk melebur sejumlah divisi produknya dan memulangkan 10 ribu karyawannya sebagai imbas Baca Lagi ...

Mantaappp ..... 12 Spesies Katak Langka Ditemukan

Sebanyak 12 spesies katak langka ditemukan di wilayah India, ditambah penemuan kembali 3 spesies yang semula diduga punah. Penemuan ini menunjukkan Baca Lagi ...

Ini Daftar 40 Orang Terkaya Indonesia

Jakarta - Posisi 3 besar dalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia nyaris tidak pernah berubah. Mereka selalu mendominasi daftar orang kaya Baca Lagi ...

Mak, Kok Kita Tidur di Sini? Pulang ke Rumah Yuk!

Minggu, 27 Februari 2011 21:36 WIB

BATAM - Pascakebakaran yang melanda Kampung Seraya RT 03 RW 02 Kampung Seraya Batam Sabtu (26/2/2011) lalu masih menyisakan duka yang tak terperihkan.

Selain rumah dan barang-barang mereka ludes terbakar, para korban untuk sementara tinggal di tenda darurat yang disediakan oleh Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam.

Saat Tribun menyambangi para korban di lokasi tanggap darurat, jumlah mereka sebanyak 212 orang. Mereka terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak. Di dalam tenda yang besar itu, mereka mengistirahatkan jiwa dan raga yang penat setelah menerima musibah. Bahkan sebagian anak-anak saat itu lelap seakan tidak mengetahui apa yang terjadi.

Selain tenda darurat di lokasi, di sana terdapat juga tenda warna putih bertuliskan Palang Merah Indonesia (PMI) dan sebuah mobil khusus untuk layanan MCK. Beberapa tumpukan mie instan dan minuman dari donatur tersusun rapi. Beberapa warga terlihat sibuk mendata dan mempersiapkan untuk kepentingan para korban.

"Mak, kita kok tidur di sini. Kenapa kita tidak pulang ke rumah," ujar salah seorang anak kepada ibunya. Namun ibunya hanya tersenyum dan mengatakan, "Untuk sementara waktu kita tinggal di sini ya nak, besok kita pulang ya," ujar seorang ibu yang berusaha menenangkan anaknya yang belum bisa tidur di malam itu.

Sementara sebagian korban yang lain terlihat sibuk memilah-milah pakaian pantas pakai untuk di sortir dan kemudian dijajal agar ukurannya pas. Sedangkan yang lainnya menatap ke langit dengan tatapan mata yang kosong sambil mengenang kejadian yang sangat tragis dan meluluhlantakkan sendi-sendi kehidupan mereka.

Ketua RT 03 RW 02, Riswan, saat dijumpai 23.30 WIB tidak banyak berbicara. Ia terlihat sibuk mondar-mandir mendata setiap warganya dengan teliti. Meski dirinya menjadi salah satu korban dalam musibah kebakaran itu, ia tetap semangat mencatat dan menemui para korban satu persatu untuk dimintai keterangan mengenai kerugian yang dialami.

Ia hanya mengenakan jaket dan celana hitam pendek yang merupakan satu-satunya benda yang melekat di tubuhnya. Sebab rumah dan barang-barang lainnya tidak selamat dari amukan api. Ia menuturkan kejadian yang dialami ini merupakan musibah yang tidak pernah diduga sebelumnya. Dia terlihat sangat pasrah dan hatinya berkecamuk.

"Musibah tidak ada yang berharap, semoga ada hikmahnya. Terima kasih kepada semua donatur yang sudah memberikan kepeduliannya kepada kami semua," ujar Riswan dengan nada lesu dan trenyuh.

Hal yang sama juga dikisahkan oleh Yayuk yang saat musibah terjadi dirinya sedang tidak di rumah. Menurut wanita asal Jakarta ini, dia hanya duduk-duduk di bawah pohon sambil menghirup sebatang rokok dan menatap ke arah langit dengan tatapan yang semu. Saat ditanya, ia hanya beberapa patah kata terucap dari bibirnya.

"Saya tidak tahu kalau akan terjadi seperti ini. Saya lagi jualan nasi mas di kedai. Tetangga saya mengabari kalau rumah terbakar, setelah sampai rumah dan melihat hancur lebur, saya hanya bisa pasrah," ujar Yayuk dengan logat Betawinya yang kental.

Kisah berbeda dituturkan oleh Ade. Salah satu pemilik rumah yang turut menjadi korban kebakaran. Justru saat musibah terjadi, ia sedang mengerjakan proyek pembangunan di daerah Hang Nadim. Bahkan saat bosnya diminta izin, bosnya tidak mau memberikan. Alasannya sedang bekerja tidak boleh ada izin.

"Saya waktu itu di telepon sama tetangga terkejut. Saya izin sama bos malah tidak diberi. Si bos bilang mana ada kebakaran. Akhirnya bos saya ajak ke rumah dan menyaksikan sendiri, barulah bos saya percaya," jelasnya dengan lirih.

Dari pantauan Tribun di lokasi, Lurah RT 03 RW 02 Kampung Seraya, Arfandi, mengatakan bahwa semua korban selamat. Namun untuk kepastiannya harus di data secara jeli dan teliti agar tidak salah. Ia pun meminta kepada Riswan untuk mengklasifikasi jumlah anak- anak yang masih sekolah.

"Saya sudah meminta kepada Pak RT agar mendata anak-anak yang masih sekolah. Begitu juga para orangtua," ujar Arfandi kepada Tribun.

Menurutnya, untuk sementara ini Pemerintah sudah melakukan aksi mendirikan tenda darurat untuk tinggal sementara bagi para korban. Selanjutnya nanti akan dilakukan langkah-langkah strategis untuk merumuskan ke depan akan seperti apa. Tetapi yang jelas, lanjut dia, sebisa mungkin para korban jangan sampai keleleran.

"Kita akan usahakan untuk mendata mereka dengan jelas. Kita juga sedang menyiapkan langkah-langkah berikutnya. Insya allah semuanya bisa kita tangani," jelasnya.

sumber : TRIBUNNEWS.COM

Berita Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Isi Artikel